Pena Guru, Palu Hukum: Kisah Hidup Sarjono Dari Ruang Kelas Ke Meja Peradilan

0
Sampul Berita _20250111_161141_0000

myindonesianews.id – Boyolali – Sarjono,seorang anak kampung yang berasal dari Dk. Karangandong RT.004 RW.001 Ds. Metuk Kec. Mojosongo Kab. Boyolali, yang kesemuanya 8 saudara dan merupakan anak terakhir (Ragil) Putra Alm. Bp. Padmo Sujito dan Almh. Ibu Sumarni. Tamatan SD N 1 Kebakan Tahun 1998, SLTP N 3 Boyolali Tahun 2001 dan SMK Ganesha Tama Boyolali Tahun 2004 berjuang untuk masa depannya.

Kedua orang tua Sarjono,S.Pd,S.H,M.H,C.Me

Setelah lulus dari SMK supaya tidak ingin menambah beban ke 2 orang tuanya, dia memutuskan bekerja di Sebuah Pabrik untuk memenuhi kebutuhanya. Tidak berhenti disitu saja, dia mencoba peruntukan nasibnya dengan mengikuti Pembelajaran Bahasa Jepang yang ingin sekali memperbaiki nasibnya dengan mengikuti Pemagangan ke Negara Sakura. Karena tidak bisa sambil kerja akhirnya dia memutuskan keluar dari pabrik dan fokus untuk mengikuti pembelajaran bahasa jepang di Solo.
Dia pernah bilang kepada ke 2 orang tuanya “KULO SAGET SUKSES LIH DAMEL BANGGA PANJENENGAN KE KALIH KERSANE SAGET NGANGKAT DRAJATE PANJENENGAN BAPAK KALIYAN SIMBOK”.

Diucapkan pada saat ujung/sungkem setelah sholat Idhul Fitri tahun 2004. Sarjono sadar bahwa dari mulai kecil pas lahir keadaan rumah pas dibongkar atau direnovasi (tidak ada atapnya), Karna batir atau ari-ari tidak bisa keluar lancar harus dibawa ke RS dengan ditandu menggunakan Kursi bambu (Lincak) dengan jalan kaki cukup jauh.

Dari sinilah diberi nama SAR yang artiya lahir ing sasi Besar, Jono maknanya JIK ONO/URIP yang maknanya Ibu hampir meninggal melahirkan. Tidak disitu saja dari kecil nakal dan bandel sering bikin tetangga sekitar marah.

Sarjono untuk mencukupi kebutuhan hidup dan Biaya pelatihan Bahasa Jepangnya sampai mencari usaha sampingan apapun asal halal yakni makelar, jualan obat keliling dan jualan buah keliling dan banyak berhutang kepada temanya. Mengikuti Test Magang di Jogja, Solo dan Bandung tapi belum rejeki dan belum diterima. Sampai akhir dia diterima dan lulus Mensetsu (Test Bahasa Jepang) dijakarta.

Setelah lolos test dan harus diklat di Jakarta di Bandung dia harus berhutang lagi kepada kawan baiknya SI, tidak berhenti disitu dia harus berhutang untuk biaya keberangkatan ke Jepangnya.

Pada tahun 2008, Sarjono seharusnya bisa berangkat mengadu nasib ke Jepang. Namun karena saat itu masih mengalami krisis, akhirnya ia ditunda keberangkatanya belum pasti sehingga memendam kembali keinginanya untuk ke Negeri Sakura.

Nadliroh (istri Sarjono yang setia menemaninya dari nol hingga sukses)

Pada pertengahan tahun 2008 bertemu dengan seorang wanita yang selalu memberi semangat dan motivasi, pada bulan Februari 2009 sarjono memutuskan menikah. Wanita mulia tersebut bernama Siti Nadliroh, S.Pd.I (Pengajar) di Madrasah Ibtidaiyah Kendel Kemusu Boyolali, beliau banyak mengajarkan kesabaran dan memotivasi pentingnya sebuah ilmu. Disinilah Sarjono mulai mengenal dunia pendidikan (Guru), karena sebuah pekerjaan yang mulia.

“Saya sadar pentingnya ilmu akan dibawa sampai mati, ingin menjadi seorang Guru”.

Sarjono pada tahun 2010, keberuntungan datang yang tadinya sudah pupus harapan krena selalu ditunda pemberangkatan sampai akhirnya bisa berangkat ke Jepang untuk mengikuti program magang selama 3 tahun dan kembali ke Indonesia lagi pada tahun 2013.

Pada tahun 2014 memulai keinginanya masuk dunia pendidikan di Yayasan Ummul Qurok Assauqi. Di yayasan tersebut tidak mengajar tapi menjadi staff Tata Usaha sampai akhirnya menjadi Kepala Staff Tata Usaha MTs dan MA. Karna sering melihat Guru Mengajar dan atas motivasi sang pujaan hati, akhirnya memutuskan masuk kuliah keguruan di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta dengan jurusan Pendidikan Agama Islam.

Sarjono,S.Pd (Universitas Nahdatul Ulama)

Pada saat masih kuliyah itu, Sarjono bertemu dengan seorang Dosen hukum dan Advokat/Pengacara bernama Bp. Denny Ardiyansah, S.H., M.H. yang sekarang memiliki Law Firm DA &Co. (Advokat, Pengurus & Kurator) dan Rusmarwanto, S.H (Advokat). Yang membuat dirinya memutuskan untuk kuliah juga mengambil jurusan Hukum.

Tidak disitu saja, ia juga mendapat tawaran Romo Kyai Mukri Effendi, BA (Pengasuh Ponpes Ummul Qurok Klego) untuk mengajar Bahasa Jepang di MTs Ummul Qurok Klego dan SMA Sauqi Nusantara Klego kemudian menerima tawaran tersebut. Alasanya karena ingin anak Ponpes bisa berbahasa dan bisa magang ke jepang untuk memperbaiki nasib. Sampai akhirnya Sarjono bisa menjadi Guru/Pengajar dengan gelar S.Pd dan memperoleh AKTA IV wisuda tahun 2019 lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta dan gelar S.H wisuda tahun 2020 dengan predikat Cumlaude lulusan Universitas Boyolali.

Sarjono Wisuda Cumlaude Universitas Boyolali


Sarjono setelah mendapat gelar S.Pd. dan S.H. mengikuti test CPNS, namu harapannya kandas dan tidak berhasil. Kemudian di tahun 2020 bergabung dengan Yayasan & Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mubarokah, Pengasuhnya Romo K.H Nur Rohman dan menjadi guru di MTs & MA Nurul Hidayah Sempu Andong Boyolali sampai sekarang dan mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) dan UPA (Ujian Profesi Advokat) di Organisasi Advokat FERARI.

Sosok Sarjono,S.Pd.,S.H.,M.H.,C.Me

Disinilah ia kenal seorang advokat Dr,(c) Hermawan Naulah, S.T., S.H., M.H., C.Me. yang memberi banyak ilmu hukum dan seniornya di bidang hukum sampai sekarang serta tempat magang advokat selama 2 tahun karna itu syarat sebelum menjadi advokat.

Sarjono mengikuti pelatihan mediator UNTAG

Di tahun 2022 Ia juga mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Mediasi di Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang dan berhasil lulus menjadi seorang Mediator.

Pengangkatan & Pelantikan Advokat OA Ferari
Pengambilan Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah

Sarjono pada tahun 2023 diangkat Advokat oleh OA FERARI, disumpah menjadi seorang Advokat di Pengadilan Tinggi Semarang, diangkat melalui Surat Keputusan DPP FERARI menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang FERARI Kabupaten Boyolali, diangkat oleh DPP MMI sebagai anggota mediator dengan diberi gelar non akademik C.Me. (Certified Mediator).

Foto saat Pelatihan Diklat Mediasi di MMI
Sarjono membuka Kantor Hukum SJ & Associates

Sarjono juga membuka Kantor Hukum dengan nama SJ & ASSOCIATES (Advokat – Konsultan Hukum – Mediator) yang berdomisili hukum di Jl. Karanggede-Gemolong KM.7 No. 038 Dk. Pelang RT.007 RW.003 Ds. Bade Kec. Klego Kab. Boyolali Prov. Jawa Tengah 57385. No.Telp : 085325027655 Email : sjlaw439@gmail.com.

Sarjono Wisuda S2 sebagai Wisudawan terbaik
Sarjono Wisuda meraih gelar Magister Hukumnya

Sarjono pada tahun 2024 lulus M.H. menjadi Wisudawan Terbaik S2 Ilmu Hukum dengan IPK 4,00 dengan predikat kelulusan Dengan Pujian/Cumlaude lulusan Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan menjadi Mediator di Pengadilan Negeri Boyolali .

Namun kendati demikian, Sarjono sekarang sukses menjadi guru, Advokat dan Mediator yang hebat serta memiliki keluarga bahagia dikaruniai 3 orang putra dari hasil penikahanya. Dari sinilah kita bisa belajar, sebuah usaha dan tekad membuat diri menjadi seorang yang bermartabat dan pentingnya sebuah pendidikan (Ilmu).

Editor : Hafiz

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *