Wujudkan Cita Cita dan Semangat Jenderal Soedirman Melalui Kegiatan TMMD

0
IMG-20240301-WA0009

myindonesianews.id – Bantul – Kodim 0729 Bantul Korem 072/PMK selenggarakan kegiatan TMMD Reguler ke 119 di Bantul dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (01/03/2024)

Dandim 0729/Bantul, Letkol Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., (Dansatgas TMMD Reguler ke 119 menerangkan bahwa, Hidup itu seperti mimpi. ” Itulah kira kira yang dirasakan oleh Letkol Infanteri Arif Hermad, S.I.P, M.M. ketika 20 tahun lalu menjadi Taruna Akademi Militer dan mengikuti Napak Tilas Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman atau yang sering dikenal dengan RPS”, katanya.

Puluhan kilometer ditempuh dengan berjalan kaki dari Rumah Singgah Panglima Soedirman di Kretek sampai dengan titik finis di Ponjong Gunung Kidul. Beban rangsel di Pundak, senjata, togel (tali besar seperti tampar terbuat dari serat tumbuhan) serta helm baja tidak menyurutkan semangat kami para Taruna Akademi Militer untuk terus mengabdi dan berjuang meneruskan cita cita Panglima Besar Soedirman. Kenang Letkol Arif Hermad yang saat ini sedang mengemban amanah sebagai Dansatgas TMMD Reguler Ke 119 Kodim 0729/Bantul.

“Rakyat Tidak Boleh Menderita, Cukuplah Kita Pemimpin Yang Menderita”, Itulah kata kata yang paling merasuk dalam jiwa dan pikiran Seorang Letkol Infanteri Arif Hermad dalam napak tilas perjuangan Panglima Soedirman.

Kenangan 20 tahun silam itu seolah muncul dibenak Dansatgas TMMD ketika Tuhan menakdirkan seorang Letkol Inf Arif Hermad menjadi Dandim 0729/Bantul sejak tahun 2020 lalu. Ia juga tak menyangka akan memimpin pasukan dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Polisi, Brimob, Instansi Pemerintah Daerah bahkan warga masyarakat Tangkil untuk melaksanakan TMMD membangun sarana dan pra sarana guna kemajuan desa.

Menjadi Dansatgas TMMD ini seolah olah mewujudkan pesan Panglima Seodirman bahwa “Rakyat Tidak Boleh Menderita, Cukuplah Kita Pemimpin Yang Menderita” Jelas Letkol Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M.

“Dengan usaha dan perjuangan Dansatgas TMMD bersama Bupati Bantul, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Kepala Dinas PU telah meninjau lokasi yang dijadikan sasaran TMMD Reguler Ke 119 Kodim 0729/Bantul yaitu di Tangkil Muntuk Dlingo Bantul”, tambahnya

Peninjauan itu dilakukan guna memastikan kesiapan pelaksanaan pembangunan fisik berupa Pembangunan jembatan 12 meter, Talud 60 meter, drainase 50 meter, cor blok jalan 1000 meter, rehab Rumah Tidak Layak Huni 1 unit dan rehab tempat ibadah (mushola) 1 unit.

“Dusun Tangkil merupakan wilayah yang berada di Kalurahan Muntuk, memiliki medan berupa ketinggian dan perbukitan serta di aliri Sungai Kaliurang yang menjadi pembatas dengan Kalurahan Temuwuh yang sama sama berada di Kapanewon Dlingo”, imbuhnya

Menurut informasi yang disampaikan Lurah Muntuk Marsudi (42) kepada Dansatgas TMMD saat meninjau lokasi, warga di tahun 1980, dengan menggunakan ganco dan cangkul telah memulai membangun jalan setapak ini sebagai akses untuk menuju daerah Temuwuh. Jalan itu juga digunakan masyarakat untuk menuju sawah dan ladang yang lokasinya berada di dekat Sungai Kaliurang.

“Mimpi besar Marsudi seorang Lurah yang dulunya berprofesi sebagai Blandong atau tukang panggul kayu itu tidak lah mudah pasalnya sudah berkali kali Kalurahan Muntuk mengusulkan program TMMD, namun baru kali ini bisa teralisasi”, jelasnya

Disampaikan oleh Pak Lurah bahwa apabila jembatan dan jalan nanti terbangun, maka warga Tangkil apabila mau ke Kapanewon hanya membutuhkan waktu 15 menit yang sebelumnya ditempuh sekitar 1 jam karena harus memutar dengan jalan yang cukup jauh. Selain menjadi jalan tembus jalan yang dirintis ini nantinya juga bisa menjadi jalan alternatif warga masyarakat Gunung Kidul apabila mau ke Bantul atau ke Kota Yogyakarta.

Yanto (52) Ulu Ulu atau Pamong Kalurahan Muntuk membenarkan apa yang disampaikan Pak Lurah, setiap minggu warga di sepanjang jalan Kaliurang sering menggantikan Peran PMI (Palang Merah Indonesia) dengan seringnya kecelakaan yang terjadi di Jalur Kaliurang disebabkan medan jalan yang curam dan berkelok. Dengan adanya jalan yang dibangun Satgas TMMD ini bisa menjadi alternatif menghindari Jalan Jalur Kaliurang.

“Diceritakan juga bahwa Tumardi (52) warga Temuwuh yang memiliki ladang di Muntuk terpaksa naik ojek karena sewaktu mau pulang ke rumah terhalang oleh banjir di Sungai Kaliurang. Seperti biasa Tumardi yang sehari hari sebagai petani berangkat dari rumahnya untuk pergi ke sawah yang berada di daerah Muntuk. Ketika itu padi yang ditanamnya sudah banyak ditumbuhi rumpu liar sehingga Tumardi bermaksud membersihkannya. Karena hujan yang begitu lebat Sungai Kaliurang yang tadinya surut berubah menjadi penuh dengan air. Tumardi terpaksa mencari ojek agar bisa pulang kerumahnya yang jaraknya sekitar 5 Km apabila tidak menyeberang Sungai Kaliurang”, tuturnya

Semangat Letkol Infanteri Arif Hermad, S.I.P., M.M. sebagai Dansatgas TMMD semakin berkobar ketika mengetahui bahwa warga masyarakat di Lokasi TMMD masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan, Dansatgas TMMD mempunyai harapan setelah jalan yang dibangun selesai mampu mendongkrak perekonomian warga sehingga bisa hidup lebih sejahtera.

Apresiasi dan dorongan juga diberikan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zaenul Bahar, S.H., M.Si., ketika suatu saat menghadiri pembukaan TMMD Reguler Ke 119 yang dilaksanakan di Lapangan Banjarharjo I, Muntuk, Dlingo.

“Rif, apa saja yang dibangun”, tanya Danrem 072/Pamungkas kepada Dansatgas TMMD, “Siap Komandan untuk TMMD kali ini kita membangun Jembatan, Cor Blok Jalan, Talud dan Drainase, Rehap RTLH dan Tempat Ibadah,” Jelas Letkol Arif.

Senyum penuh semangat dipancarkan Danrem 072/Pamungkas sebagai tanda dukungan kepada Dansatgas TMMD Reguler Ke 119 untuk berusaha mewujudkan mimpi warga Tangkil memiliki akses jalan yang dimpi-impikan selama puluhan Tahun.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono Ke X juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TMMD Reguler Ke 119 yang dilaksanakan secara gotong royong. Disampaikan oleh Sri Sultan melalui amanat Pembukaan TMMD yang dibacakan oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih yang menyampaikan bahwa TMMD merupakan cerminan dari semangat gotong-royong, yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk berpartisipasi, bergandengan tangan dan bekerja bersama dalam mencapai kemajuan. Semangat ini adalah tentang menanamkan rasa kebersamaan, memperkuat kesatuan dan persatuan, serta mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang tangguh.

Semangat untuk memajukan warga masyarakat Muntuk oleh Dansatgas TMMD Letkol Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M. tidak tanggung tanggung, melalui Prajurit di lapangan Satgas TMMD membangun sarana tempat wudhu di Mushola Al Hidayah yang beralamat di Dusun Karang Asem. Mushola ini sehari hari digunakan oleh anak anak disekitar lokasi untuk mengaji. Sampai sekarang sebanyak 30 santri atau anak yang mengaji masih aktif.

Dikisahkan oleh Sutarmi (47) Seorang Guru Ngaji yang sejak 26 tahun lalu mendirikan Mushola dengan biaya pribadi ini menuturkan bahwa dulu awalnya mengajar TPA di Masjid, namun karena kesibukan Sutarmi tidak bisa melanjutkan mengajar. Tidak adanya sosok yang menggantikan Sutarmi mengajar TPA di Masjid, anak anak meminta untuk diajari mengaji di Mushola yang didirikannya dan kegiatan itu berlangsung sampai sekarang.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Satgas TMMD atas bantuan berupa pembangunan tempat wudhu sehingga anak anak lebih bersemangat lagi untuk mengaji. Tidak hanya anak anak yang bersemangat namun para wali dari anak anak yang mengaji di tempat Sutarmi juga tidak mau ketinggalan dengan diwujudkan ikut membantu pembangunan tempat wudhu setiap harinya.

Melihat semangat para wali santri dan Satgas TMMD, Sutarmi merasa terharu, semoga apa yang dilakukan Bapak Bapak TNI di Mushola Al Hidayah dibalas yang lebih banyak oleh Allah SWT.

Di Balai Kalurahan Muntuk juga tidak ketinggalan dilaksanakan sosialisasi serta penyuluhan penyuluhan guna meningkatkan Sumber Daya Manusia warga di sekitar Lokasi TMMD. Mulai dari penyuluhan bahaya Narkoba, Wawasan Kebangsaan, Hukum dan Kamtibmas, Kesehatan, Stunting, Posyandu, Posbindu, Peran Baninsa dan Bhabinkamtibmas serta sosialisasi tentang pengajuan bantuan keuangan untuk pembangunan dilakukan demi kemajuan warga Muntuk.

Satgas TMMD juga mewujudkan mimpi Ibu Sukidi (48) yang selama ini hidup di sebuah rumah yang tidak layak huni. Bangunan rumahnya sebagian terbangun dari batu bata merah, sebagian batako dan sebagian lagi masih menggunakan anyaman bambu. Lantai rumah yang masih beralaskan tanah itu diperparah dengan tidak adanya MCK dan ruangan terpisah untuk dapur.

Ibu Sukidi mengisahkan bahwa Suaminya hanya buruh serabutan. Uang yang didapat hanya cukup dipergunakan untuk makan. Bahkan anak laki lakinya sudah lama tidak mau sekolah walapun sudah dibujuk oleh Ibu Sukidi.

Harapan memiliki rumah layak huni itu terwujud dan seakan akan seperti mimpi. Itu yang dirasakan oleh Ibu Sukidi mendengar bahwa rumahnya akan direhab oleh Satgas TMMD.

“Saya hanya bisa mengucapkan terimaksih kepada bapak bapak TNI, kalau tidak ada TMMD mungkin rumah saya tidak akan seperti ini”, Ucap Ibu Sukidi Penuh Haru

Dansatgas TMMD Reguler Ke 119 Letkol Inf arif Hermad saat meninjau rumah Ibu Sukidi memberikan semangat dan dorongan bahwa kita semua harus bersyukur apapun keadaan kita. Semoga kehadiran kami dapat meringankan beban warga masyrakat yang kurang mampu seperti Ibu Sukidi.

Dalam suatu kesempatan sewaktu di Pusat Komando Taktis (Poskotis) yang didirikan oleh Satgas, Dansatgas TMMD menyampaikan bahwa selain untuk memajukan daerah Muntuk dengan program TMMD, ada tujuan lain dari segi pertahanan darat yang menjadi prioritas pemilihan lokasi TMMD termasuk di kalurahan Muntuk ini. Dimana daerah ketinggian dan perbukitan menjadi lokasi pertahanan wilayah dan logistik wilayah dalam upaya antisipasi apabila negara dalam keadaan perang.

Hal itu tidak menutup kemungkinan terjadi seperti yang kita lihat bahwa di negara negara seperti Barat dan Timur Tengah dan Arab saja terjadi peperangan. Untuk itu kita sebagai TNI harus selalu mempersipkan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi, dengan semangat TMMD kita wujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat sehingga dapt memperkuat kondisi juang dan daerah juang untuk mendukung pertahanan rakyat semesta.

“Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, senyum Dansatgas TMMD Letkol Infanteri Arif Hermad, S.I.P., M.M. terkembang melihat progres pembangunan jembatan dan sasaran fisik lainnya berjalan sesuai rencana. Misi mewujudkan cita cita perjuangan Panglima Besar jenderal Soedirman setidaknya bisa tercapai, rakyat tidak boleh menderita, cukuplah kita Pemimpin yang menderita”, pungkasnya.

Dansatgas TMMD berpesan kepada segenap warga masyarakat Muntuk untuk terus menjaga dan memelihara hasil dari TMMD Reguler Ke 119 Kodim 0729/Bantul supaya dapat dinikmati oleh anak cucu kita di Lokasi TMMD. (Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *