Wartawan Myindonesianews Jadi Korban Penganiayaan, Dipukul Preman Saat Hajatan di Boyolali
myindonesianews.id – Boyolali – Seorang wartawan media Myindonesianews, Hadi Susilo, menjadi korban penganiayaan saat menghadiri sebuah hajatan pernikahan di Dusun Nganjung-anjung, Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Senin (22/9/2025) siang. Akibat pemukulan tersebut, Hadi mengalami luka parah di bagian pelipis mata kiri hingga tak sadarkan diri.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB, ketika Hadi tengah duduk menyaksikan hiburan organ tunggal di rumah kerabatnya yang menggelar hajatan. Tiba-tiba, seorang pemuda bernama Pendi menghampirinya.
Menurut keterangan Hadi, sekitar pukul 14.30 WIB usai berganti pakaian dengan mengenakan kaos berlogo Pemuda Pancasila (PP), Pendi kembali mendatanginya dan meminta agar kaos tersebut dilepas. Hadi menolak dengan alasan tidak ada masalah jika mengenakan pakaian tersebut karena dirinya juga merupakan anggota organisasi Pemuda Pancasila.
Tak lama kemudian, sekira pukul 15.00 WIB, Pendi kembali menghampiri korban. Tanpa diduga, pelaku langsung memukul bagian wajah Hadi tepat di pelipis mata kiri. Pukulan keras itu membuat korban terjatuh tak berdaya hingga tak sadarkan diri.
Melihat kejadian tersebut, salah satu warga berinisial T berusaha melerai. Korban kemudian dibopong oleh saudara kandungnya untuk dibawa pulang ke rumah akibat tidak sadarkan diri.
Keesokan harinya, Selasa (23/9/2025), Hadi masih merasakan nyeri hebat, kepala pusing, badan panas dingin, dan pandangan rabun. Ia kemudian menjalani pemeriksaan medis (visum) di RS Karanggede Sisma Medika, Boyolali. Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Lutfi, sementara hasil visum masih menunggu proses lebih lanjut.
Hadi mengaku masih menunggu itikad baik pelaku untuk meminta maaf. Namun jika tidak ada penyelesaian secara kekeluargaan, dirinya berencana melanjutkan laporan resmi ke pihak berwajib agar pelaku mendapat efek jera.
“Kalau tidak ada permintaan maaf dari pelaku, saya akan melaporkan kasus ini ke polisi. Supaya tidak ada lagi orang yang merasa paling jago dan semena-mena,” tegas Hadi.
RED**


