Sosialisasi Gerakan Mari Bercerita Penghantar Tidur

0
IMG-20230723-WA0046

myindonesianews.id – Sleman – Ibu PAUD Condongcatur didampingi Lurah Condongcatur melaksanakan Pencanangan Gerakan Mari Bercerita Penghantar Tidur (GEMPUR) bertempat di Masjid Al-Mukhlasin Pringgolayan Condongcatur Depok Sleman bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Minggu (23/07/2023)

Sosialisasi GEMPUR ditandai dengan komitmen serentak untuk menyampaikan ajakan mensukseskan Gempur (Gerakan Mari Bercerita Penghantar Tidur) dengan berfoto bersama menggunakan simbol salam literasi, acara ini juga bersamaan dengan kegiatan penampilan Grup Hadroh Mahmudah yang dihadiri Penggiat Seni Religi (PASER) Sleman dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Menurut Ibu PAUD Condongcatur, Dewi Nurlaila, S.Pd, Sosialasi Gempur ini adalah menindaklanjuti Gernas Baku (Gerakan Nasional Baca Buku) dimana PKK Condongcatur mencanangkan gerakan serupa untuk meningkatkan minat baca buku untuk anak usia dini berupa GEMPUR (Gerakan Mari bercerita Penghantar tidur)

“GEMPUR mengajak orang tua, pengasuh dan pendamping anak usia dini 0-6 tahun untuk bercerita sebelum tidur, karena kegiatan bercerita memiliki manfaat membangun karakter anak, meningkatkan kecerdasan, menumbuhkan kedekatan dengan anak dan mendukung literasi sejak usia dini” jelasnya

Selain itu GEMPUR juga bertujuan mengurangi penggunaan Gadget pada anak-anak, terutama saat saat menjelang tidur.

Sosialisasi GEMPUR hari ini memanfaatkan momen peringatan Hari Anak Nasional, selanjutnya kedepan akan di sosialisasikan kepada PAUD PAUD yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur baik secara formal maupun non formal

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mendukung kegiatan ini karena jika Rutin membacakan anak cerita sebelum tidur mempunyai berbagai manfaat seperti akan Membangkitkan minat baca sampai mempererat hubungan orangtua dan anak serta dapat mempercepat kemampuan berbahasanya.

“Mari kita sukseskan bersama untuk mewujudkan calon generasi hebat Condongcatur dan Indonesia”, ajaknya.

Ibu PAUD merupakan predikat yang diberikan kepada istri Kepala Pemerintahan atau Kepala Daerah (Bupati, Panewu, Lurah) sebagai penggerak utama dalam layanan pendidikan dan kesehatan bagi anak usia dini. (Windari).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *