Seni Reog Banyak Diminati Masyarakat, Jadi Hiburan dan Sarana Pelestarian Budaya
myindonesianews.id – Boyolali – Keluarga besar Kebo dan Darsih, warga Dusun Getas Krikil, Garangan, Wonosamodro, Boyolali, sukses menggelar pentas seni Reog dalam rangka walimatul khitan putra mereka, Arya David, pada Rabu (14/08/2024).

Acara seni Reog ini dihadiri oleh warga sekitar Dusun Getas Krikil serta masyarakat setempat, yang menunjukkan tingginya minat dan antusiasme terhadap seni tradisional Reog. Pentas ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur masyarakat, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan menguri-uri kebudayaan yang sudah menjadi bagian penting dari identitas lokal.
Penyelenggaraan pentas seni Reog ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. “Kami ingin memberikan hiburan sekaligus melestarikan budaya yang semakin jarang kita saksikan di tengah masyarakat,” ujar salah satu anggota keluarga penyelenggara.
Seni Reog yang ditampilkan pada acara ini dipilih karena terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, sehingga makin banyak masyarakat yang bisa ikut serta dalam melestarikan budaya lokal.

Warga yang hadir sangat antusias menyaksikan atraksi spektakuler dari para penari Reog, yang memadukan unsur magis, kekuatan fisik, dan keahlian seni dalam setiap gerakan. Ratusan warga memadati lokasi pertunjukan, menyaksikan dengan penuh kagum dan kebanggaan. Acara ini menjadi bukti kuatnya ikatan budaya di tengah masyarakat serta pentingnya seni sebagai sarana mempertahankan identitas dan warisan budaya lokal.
Kedua orang tua Arya David juga berharap agar momen khitanan ini membawa berkah bagi putra mereka. “Semoga Arya menjadi anak yang saleh, berguna bagi orang tua, bangsa, dan negara,” ungkap sang ayah.

Untuk memastikan kelancaran acara, pihak penyelenggara melibatkan Polsek Wonosamodro, Danramil, serta pemuda pemudi Karang Taruna guna menjaga keamanan dan ketertiban. Acara berjalan dengan lancar dan kondusif.
Seni Reog merupakan salah satu entitas penting dalam pelestarian kesenian nusantara. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol gigihnya masyarakat dalam menjaga seni budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur bangsa.
“Dengan melestarikan Reog, kita menjaga kebudayaan kita tetap hidup dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” ujar salah satu penggiat budaya yang hadir di acara tersebut.
*Hadi Susilo*
*Source: Liputan Langsung*
