SD Muhammadiyah Pandeyan Gelar Ta’lim dan Parenting: Peran Orang Tua dalam Membangun Budaya Antikorupsi

0
IMG-20250824-WA0016

myindonesianews.id – Bantul – SD Muhammadiyah Pandeyan menggelar acara ta’lim dan parenting bagi wali murid kelas 1 hingga 6 dengan tema “Peran Orang Tua dalam Membangun Budaya Antikorupsi dalam Perspektif Kajian Islam”, Ahad (24/8). Kegiatan ini menghadirkan Suyitno, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Penyuluh Antikorupsi DIY, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Suyitno menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menyampaikan strategi agar orang tua mampu menanamkan nilai-nilai antikorupsi berdasarkan ajaran Islam, antara lain melalui teladan kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepedulian.

“Korupsi bukan hanya soal uang negara, tapi juga bisa berawal dari kebiasaan kecil seperti mencontek, tidak jujur, atau mengambil hak orang lain. Jika keluarga sejak dini mengajarkan nilai Islam yang bersih dari korupsi, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas,” ungkap Suyitno.

Kepala SD Muhammadiyah Pandeyan, Tri Hidayati, menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan wali murid.

“Banyak kasus korupsi di negeri ini yang berawal dari lemahnya pendidikan karakter. Biasanya kajian di sekolah masih umum, sementara kali ini mengarah langsung pada isu korupsi. Tujuannya agar orang tua bisa mendeteksi sejak dini di lingkungan keluarga sehingga anak-anak terbiasa menjauhi perilaku koruptif,” jelasnya.

Acara yang dihadiri oleh 37 wali siswa, kepala sekolah, guru-guru serta 4 mahasiswa UAD ini berlangsung hangat dan interaktif. Para wali murid diajak untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman terkait pola pendidikan anak di rumah.

 

Kegiatan ditutup dengan harapan bersama dan sesi foto bersama antara wali murid, guru, dan narasumber. Dengan adanya ta’lim dan parenting ini, SD Muhammadiyah Pandeyan berharap dapat memperkuat sinergi sekolah dan keluarga dalam membangun budaya antikorupsi sejak usia dini. (Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *