IMG-20251216-WA0002

Myindonesianews.id – Yogyakarta – Isi sambutan tersebut, bahwa pelaksanaan Diklat dan Kode Etik Jurnalis yang diselenggarakan oleh DPW PWMOI DIY tanggal 14 Desember 2025 merupakan kegiatan EDUKASI di Yogyakarta dan Kulon Progo, juga akan melaksanakan Road Maps ke berbagai Kabupaten dan Kapanewon se DIY secara bertahap.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi bagi semua peserta diklat, selain itu juga dalam rangka konsolidasi DPW PWMOI dan Para jurnalis lainnya untuk penguatan dan sinergitas antara Wartawan, Pemerintah, Dunia Usaha maupun masyarakat.

“PWMOI merupakan Organisasi yang mewadahi para wartawan media cetak, media online di seluruh Indonesia yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat para wartawan, termasuk pelaku Konten Creator medsos dan pengelola SID Desa. Melalui Diklat PWMOI diharapkan menjadi rumah besar bagi para wartawan media online”, tambahnya

Dalam rangka menyikapi perkembangan revolusi industry dan globalisasi hendaknya para wartawan meningkatkan kemampuan menulis dan memperbanyak literasi agar nanti dapat menjadi wartawan yang profesional, kritis dan konstruktif. Peningkatan kompetensi menjadi sangat strategis dan penting, agar para wartawan dapat mengikuti perkembangan zaman, khususnya UU ITE.

“PWMOI ikut memiliki komitmen mendorong lahirnya Generasi Emas 2045 (100 tahun Indonesia) agar dapat memerangi KKN sehingga Indonesia bangkit dan terwujud melalui peran dari para wartawan, khususnya yang tergabung dalam wadah PWMOI “, imbuhnya

Kita tahu Indonesia memiliki banus demografi dimana mayoritas diisi oleh kaum muda, sementara pada sisi lain Indonesia saat ini sudah darurat korupsi. Untuk itulah generasi muda yang besar harus dapat menjadi generasi emas 2045 yang memiliki visi anti KKN.
Karena itu peran PWMOI menjadi strategis untuk menyambung informasi bagi rakyat di seluruh Indonesia.

“Semua peserta diklat mendapatkan materi dan pengetahuan yang cukup agar menjadi modal dasar dan pengembangan tips menulis menuju profesionalisme, kemudian dalam Konstitusi atau Ad/Art Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia, diantaranya adalah memiliki kompetensi dan Sertifikat PWMOI, oleh karena itu semua peserta diklat, usai Ujian atau Tes maka secara kelembagaan dan intern PWMOI Menerbitkan Sertifikat Kompetensi Jurnalis (SKJ) semoga kehadiran kami, memberikan khasanah pengetahuan dan kebersamaan dalam meraih kemajuan menuju Indonesia lebih cerah “, ucapnya

Demikian sambutan Ketua Umum DPP PWMOI HM.JUSUF RIZAL SH, SE M,Si yang di rilis Ketua Dewan Pembina DPW PMMOPI DIY (RM. Hertriasning ) sekaligus menjadikannya rilis untuk media.

Sementara itu ketua DPW PWMOI M. Rofiq, menambahkan untuk diklat perdana spektakuler dan mendapat sambutan luas dan memberikan pendidikan secara nyata untuk para calon wartawan, apalagi pelaku medsos yang tak terkendali maka mereka kami bekali pengetahuan seputar pers, agar memiliki perilaku yang baik, sedang pelatihan ini juga untuk pelaku pengelola SID Desa peserta ada juga dari bantul 2 orang. Jumlah yang mengikuti diklat 28 orang, materi di berikan dan usai pemaparan, ada sesi tanya jawab dan terakhir tes tertulis serta semuanya lulus.

“Hasil tes dengan nilai tertinggi 200. Kedua 190, ketiga 180, 170, 150 dan terendah 130. Untuk ujian jika kurang dari 100 atau 50 maka peserta tidak di luluskan, namun ternyata warga yang ikut diklat dan ujian lulus semua, sehingga mereka berhak atas Sertifikat Kompetensi Jurnalis ( SKJ PWMOI) untuk peserta ragam ada yang muda ada pula yang berusia 50an tahun putra putri”. Kata Ketua DPP tersebut.

Ketua pelaksana Priyo Santoso yang juga dari Lembaga Kajian Advokasi dan pembangunan Kulon Progo juga Dewan Pembina MOI Kulon Progo, akan kembali menggelar diklat serupa pada tahun depan 2026.

“Hal ini karena diklat perdana membludak dan berkait waktu dan biaya memang terbatas, maka awal kami target 25 malah menjadi 28, namun tetap saja gelombang pertama mengcancel 10 orang lebih “, katanya

Karena telah di tutup panitia sebab melebihi target, tentu warga Kulon Progo antusias menjadi wartawan karena pada mengakui menjadi wartawan media itu mampu ikut menyuarakan pembangunan-pembangunan di segala bidang dan lebih baik, bikin media dan jurnalis sebanyak banyaknya untuk mendukung pemerintah dan pemerataan pembangunan.

“Kegiatan di hari Ahad 14 Des 2025 dihadiri dari Kominfo Kulon Progo, sekaligus menjadi penguji dan pengawas tes SKJ PWMOI “, pungkas priyo. (Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *