Ribuan Penonton Padati Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka Merti Desa Karangjati

0
IMG_20240707_213938

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.8666667, 0.8666667); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 51.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

myindonesianews.id – Boyolali — Pemerintah Desa Karangjati menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka merti desa, yang dilangsungkan di balai desa Karangjati, Wonosegoro, Boyolali. Acara ini berhasil menarik ribuan penonton dari berbagai penjuru desa, memenuhi area balai desa dengan semarak dan antusiasme yang tinggi.

Pagelaran wayang kulit ini merupakan puncak dari rangkaian acara merti desa yang digelar oleh pemerintah desa bersama masyarakat Karangjati.

Kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dan warga berhasil menciptakan acara yang meriah dan sukses.

“Kerja sama yang solid antara pemerintah desa dan masyarakat sangat penting dalam menjalankan acara seperti ini. Kami bahu-membahu untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” ujar salah satu panitia acara.

Sebelum puncak acara, pagelaran wayang kulit, digelar kirab budaya yang diikuti oleh ratusan masyarakat dari seluruh kelurahan Karangjati. Kirab budaya ini dimulai dari Dusun Penggung, berkeliling satu kelurahan, dan berakhir di balai desa, tempat berlangsungnya pagelaran seni wayang kulit.

Pada malam harinya, pagelaran wayang kulit dipentaskan oleh dalang Ki Hadi Sugino dengan lakon “Bagong Bangun Deso.”

Acara ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya untuk menguri-uri seni budaya leluhur dan melestarikan tradisi tahunan desa.

Didik, salah satu warga Karangjati, mengungkapkan harapannya.

“Semoga masyarakat Karangjati selalu dalam keadaan sejahtera, aman, dan mendapatkan berkah dari Allah SWT”ungkapnya.

Selain itu, acara merti desa juga bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan tidak adanya perbedaan atau dinding pemisah, diharapkan masyarakat dapat hidup rukun dan damai, saling membantu satu sama lain.

Sebelum acara puncak, diadakan juga acara pengajian pada malam hari, yang menambah khidmat suasana dan mempersiapkan hati masyarakat untuk menyambut pagelaran wayang kulit.

Dengan terselenggaranya acara merti desa ini, diharapkan persatuan dan persaudaraan antara pemerintah desa dan masyarakat Karangjati semakin erat, menciptakan lingkungan yang aman, tentram, dan damai. Merti desa menjadi momentum penting untuk terus melestarikan budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Hadi Susilo

Source : Liputan Langsung

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *