Potensi Kerusakan Hutan Picu Banjir dan Longsor, Masyarakat Diajak Lestarikan Lingkungan

0
IMG-20251207-WA0009

Myindonesianews, Bandung – Sebenarnya, salah satu fungsi hutan selain untuk penghijauan adalah agar dapat menyerap dan menahan air tanah, sehingga apabila hutan rusak maka akan menyebabkan bencana alam banjir bandang yang akan menerjang di daratan rendah. Minggu (7/12/2025)

“Kerusakan hutan berpotensi banjir longsor akibat air hujan tidak terserap akibat gundul, adanya perubahan alih fungsi lahan di sekitar kawasan hutan,” ujar seorang pemerhati lingkungan.

“Provinsi Sumbar, Aceh, dan Provinsi Sumbar serta wilayah lainnya sehingga perlu mendapat perhatian untuk pelestarian hutan dan alam agar tidak menimbulkan bencana banjir,” ungkap Kaprawi, Minggu (7/12/2025).

Dikutip dari beberapa media online dan elektronik serta media sosial, banyak kejadian banjir yang mengarah pada potensi perubahan alih fungsi lahan, kawasan hutan menjadi lahan pertanian ataupun tambang.

Menurut salah satu penggerak di kawasan sekitar hutan, ketua KTH Tanjungwangi Cicalengka Asgay, membenarkan ada beberapa perubahan signifikan di kawasan hutan, dengan cuaca ekstrem tak menentu sekarang ini. Salah satunya di Sumbar dan Aceh. Bahkan di Jabar pun ada beberapa wilayah Kabupaten Bandung hingga mengundang terjadi bencana alam longsor di Arjasari dan banjir tahunan di kawasan Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan wilayah lainnya. Kerusakan di hulu atau kawasan hutan menjadi faktor utama rusaknya ekosistem kawasan.

“Mari berbenah diri dari sekarang dengan menghijaukan kembali kawasan hutan, baik secara rutin atau berkala, tanamkan cintai lingkungan dari sekarang,” ajaknya.

“Leweung hejo rakyat bisa ngejo, ini gambaran slogan yang bermakna bagi kita. Dinas Kehutanan serta BKSDA pun sudah jauh-jauh hari mengajak masyarakat sekitar kawasan untuk menjaga dan melestarikannya, agar ada manfaat besar bagi cucu kita kelak,” pungkas Asgay.

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *