Pemkal Condongcatur Rampungkan Pelaksanaan Musyawarah Padukuhan di 18 Padukuhan

0
IMG-20260205-WA0023

Myindonesianews.id – Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027 serta penambahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) Tahun Anggaran 2028 – 2029 melaksanakan Musyawarah Padukuhan (MUSDUK) dilaksanakan selama enam hari dan dibagi ke dalam tiga tim yang melibatkan unsur Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Pendamping Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal) selesai pada Rabu 4 Februari 2026.

Musyawarah di tingkat Padukuhan untuk membahas dan menentukan prioritas usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Fisik maupun Pemberdayaan (non fisik) yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya untuk penyusunan RKPKal. Pelaksana Musduk adalah Padukuhan sedangkan Kalurahan sebagai Pendamping /fasilitator dan BPKal, bhabinkamtibmas, babinsa sebagai pemantau monitoring sedangkan peserta Musdukl adalah Dukuh, Sub Unit LPMKal, PKK Padukuhan, Karangtaruna (Pemuda-i), RT, RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan unsur masyarakat setempat lainya.

Musyawarah Padukuhan bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung sebagai dasar perencanaan pembangunan kalurahan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Dalam forum tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan usulan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing serta menentukan skala prioritas kegiatan yang dianggap paling mendesak dan berdampak luas.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP menegaskan komitmen Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dimana pelaksanaan pembangunan di Condongcatur dilakukan berbasis Rukun Warga (RW), setiap RW memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp.40.000.000,00 setiap tahunnya. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong keadilan pembangunan antarwilayah serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

“Sesuai prinsip bottom-up, perencanaan pembambangunan saat ini tidak lagi didominasi instruksi dari atas, melainkan murni dari kebutuhan lokal tiap wilayah. Fokus utama adalah optimalisasi alokasi dana Rp. 40 juta per RW”. Jelasnya

Lebih lanjut Lurah Condongcatur menjelaskan Transisi pembangunan Fisik ke Non pembangunan Fisik (pemberdayaan) adalah sebuah terobosan disepakati dalam Musduk kali ini dengan fleksibilitas anggaran.

“ Pembangunan Fisik tetap dilanjutkan bagi wilayah yang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur dasar, Pembangunan Non Fisik / Pemberdayaan masyarakat menjadi primadona baru bagi wilayah yang infrastrukturnya telah mapan (terpenuhi). Dana dialihkan untuk pemberdayaan SDM, ketahanan pangan keluarga, digitalisasi UMKM, dan penguatan sektor sosial budaya”. Ungkapnya

Pemerintah Kalurahan berharap skema ini mampu menciptakan pembangunan yang lebih merata dan tepat sasaran. Dengan tuntasnya urusan fisik (jalan dan drainase), warga didorong untuk lebih kreatif dalam mengusulkan program peningkatan kapasitas manusia demi kesejahteraan yang berkelanjutan. Melalui Musyawarah Padukuhan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan kalurahan ke depan, sehingga program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan Kalurahan Condongcatur yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Sementara itu, Kaur Pangripta atau bagian perencanaan kalurahan condongcatur, Wahyu Nurendra, S.AP menghimbau agar Proposal pembangunan tahun 2027 dari Tim masing-masing RW dikumpulkan maksimal tanggal 23 Februari 2026 di bagian ulu – ulu yang sebelumnya telah diverifikasi oleh LPMKal Condongcatur.

“ Melalui Musyawarah Padukuhan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan kalurahan ke depan, sehingga program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan Kalurahan Condongcatur yang berkelanjutan dan berkeadilan”, ucapnya
(Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *