Keluarga Besar Relawan KGR Selenggarakan Halal Bihalal di Langit Biru Resto dan Cafe

0
IMG-20240509-WA0030

myindonesianews.id – Sleman – Keluarga Besar Relawan KGR, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, selenggarakan Syawalan di Langit Biru Resto dan Cafe, Jalan Kaliurang, Candi Karang, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis
(09/05/2024)

Ketua Umum Relawan KGR, Lanjar dalam sambutannya menjelaskan bahwa, syawalan merupakan tradisi Idul Fitri yang dapat kita jumpai di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan kebiasaan tersebut dan patut dikenang, bahwa Syawalan di Jogja diawali dengan sungkeman, kemudian biasanya Syawalan dilanjutkan dengan jamuan makan kupat bersama.

Makna Tradisi Syawalan memiliki makna yang berarti dalam kehidupan masyarakat Jawa dan juga secara harfiah, Syawalan adalah acara maaf-memaafkan yang dilakukan pada hari Lebaran. Namun, di balik makna harfiahnya, terdapat filosofi yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan juga merupakan ajaran agama Islam.

Tradisi Syawalan
menunjukkan sikap saling memaafkan dan merajut kembali hubungan yang harmonis di antara sesama. Tradisi ini merupakan bentuk konkret dari sikap tolong-menolong dan saling memaafkan, yang merupakan nilai penting dalam Islam.

Dengan melakukan Syawalan, masyarakat berusaha memperbaiki hubungan yang mungkin terganggu selama tahun berjalan dan memperkuat tali silaturahmi di antara satu sama lain.

Sambutan dari Bapak Sukapdi mewakili Bapak Hardo Kiswoyo, menyampaikan bahwa, Beliau tidak bisa hadir, dalam sambutanya Bapak Sukapdi juga mewakili semua Komunitas yang hadir, mengucapkan terimakasih kepada Keluarga besar KGR, yang telah mengundang kami semua, dan kami mengucapkan Mohon Maaf lahir batin. Dan mengajak semua Komunitas yang ada di wilayah DIY, untuk saling meningkatkan tali silaturahmi, saling berkomunikasi dengan sesama Relawan serta semua Komunitas yang ada.

“Tingkatkan kegiatan Sosial dan bantuan sosial pada masyarakat kurang mampu, yang titik titik wilayah yang perlu dibatu dan di perhatikan”, tambah Sukapdi.

Budaya Jawa dan Islam, Syawalan merupakan wujud dari akulturasi budaya Jawa dan ajaran Islam, meskipun awal kedatangan Islam membawa ketidaknyamanan di masyarakat Jawa, tapi tradisi Syawalan muncul sebagai upaya kreatif untuk mengakomodasi ajaran Islam dengan budaya lokal.

Dalam tradisi Syawalan, para ulama dan kyai berhasil menggabungkan nilai-nilai Islam tentang maaf-memaafkan dengan tradisi Jawa tentang sungkeman dan silaturahmi tidak bisa ditinggalkan.

Syawalan juga melibatkan konsep ampunan dari Allah SWT dan dalam Islam memaafkan sesama manusia juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah. Dengan melakukan Syawalan, masyarakat tidak hanya berharap memperoleh maaf dari sesama, tetapi juga berharap mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Dilanjut dengan Sambutan dari Ketua Relawan KGR Sri Muktini. S.Si al Ajeng mengapresiasi kepada keluarga besar Relawan KGR tamu undangan karena acara tersebut telah hadir dalam acara syawalan tepat waktu, sehingga dalam pelaksanaannya lancar, sesuai dengan rencana kegiatan Syawalan.

“Juga mengucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara syawalan, dengan berbagai upaya yang disiapkan, sehingga dalam pelaksanaannya berlangsung dengan baik dan lancar”, kata Ketua Relawan KGR

Bukan hanya itu, upaya dan berbagai macam usaha untuk mendapatkan sumber dana untuk mendukung acara tersebut tidak mendapatkan kesulitan maupun hambatan.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua KGR, Sani Puspita menambahkan, bahwa setelah dalam acara syawalan tahun ini Keluarga besar Relawan KGR benar-benar Solid dan lebih kompak lagi dalam melaksanakan fungsinya sebagai Relawan yang profesional, meskipun belum berkopenten (belum sempat diuji kopetensi kwalifikasi sebagai Relawan).

Acara Halal Bihalal dilanjutkan pembacaan Ikrar Syawalan oleh Ketua Umum Relawan KGR. “Bismillahirrahmannirrohim (kagem ingkang muslim)
Kanthi nyuwun ridhanipun Gusti ingkang Maha Kawasa (kagem ingkang muslim) Gusti Allah SWT. Kula sedaya ingkang rawuh lan lenggah wonten ing papan menika, sami-sami ngaturaken sugeng riyadin fitri 1445 H minal aidin wal faizin. Kula sedaya nglenggana nggadahi salah, khilaf lan dosa. Kanthi andap asor kula sedaya sae ingkang kaleres sepuh punapa dene kaleres enem, sami-sami ikhlas ing manah paring lan nyuwun pangapunten, sedaya dosa lan kalepatan ingkang kasengaja menapa dene boten kasengaja ing salebeting setunggal warsa menika mugi Gusti Ingkang Maha Kuwaos paring pangapunten.
Mugi kita sedaya wangsul dumateng kesucian, saha Ngarsa Dalem Pangeran nampi amal ibadah kita, saha paring kebagjan, kamulyan, kawilujengan, lan kabagaswarasan, aamiin ya rabbal alamiin.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh”, jelas Ikrar yang dibacakan Ketua Umum Relawan KGR

Sebagai acara inti, HIKMAH SYAWALAN, diisi oleh Ustad Bayu Baskoro, acara diakhiri dengan bersalam salaman/Jabat Astha dan dengan berdoa dipimpin oleh Ustad Bayu Baskoro.

Yang hadir dalam acara tersebut, Bapak Sukapdi, Bapak Iqbal dan Komunitas DIY, RAS, SS, SR, SAS, SKY, PLMY, BOLO SEWU, RAPI, STAK, ATK, JP, GANDEWO, serta masih banyak yang belum disebutkan, semua anggota keluarga besar Relawan KGR dan tamu undangan.
(Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *