Kecamatan Miri Sragen Bentuk Tim Rescue untuk Program Sosial Kemanusiaan dan Tanggap Bencana

0
IMG-20250327-WA0052

myindonesianews.id – SRAGEN – Sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, resmi membentuk Tim Rescue yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Pembentukan struktur organisasi ini berlangsung pada Rabu malam, 26 Maret 2025, di rumah salah satu pengurus, Sumarno, yang berlokasi di Dukuh Candirejo, Kelurahan Bagor.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Anggota DPRD Sragen Fraksi PDIP Nugroho Sulistyo, Camat Miri Ali Rahmanto, Polsek Miri, Kades Bagor Kukuh, serta berbagai organisasi relawan seperti Sibat, KWS, PMI, BPPD, SAR MTA, MTR, Senkom, MDMC, dan Relawan Ambulans.

Dorongan untuk Organisasi yang Lebih Terstruktur

Pembentukan Tim Rescue ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam pertemuan sebelumnya. Beberapa pihak instansi turut mendorong agar tim ini tidak hanya menjadi komunitas relawan biasa, tetapi berkembang menjadi organisasi formal yang aktif dalam upaya mitigasi bencana dan bantuan kemanusiaan di Kecamatan Miri.

Camat Miri, Ali Rahmanto, menegaskan bahwa Rescue dapat menjadi wadah besar dalam penyelenggaraan berbagai program kemanusiaan. Ia mencontohkan pentingnya peran tim ini dalam menghadapi permasalahan lokal, seperti kekurangan air bersih yang sering terjadi di Desa Gilorejo Baru saat musim kemarau.

“Selama ini kegiatan kemanusiaan sudah berjalan, tetapi perlu ada koordinasi yang lebih baik. Maka malam ini dibentuk kepengurusan yang nantinya akan kami kukuhkan di Kecamatan Miri bersama pemangku wilayah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Tim Rescue harus berperan aktif dalam mitigasi bencana serta situasi darurat lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas tim ini, termasuk dalam hal pembiayaan dan pengadaan peralatan yang memadai.

Dukungan dari DPRD Sragen

Anggota DPRD Sragen, Nugroho Sulistyo, yang berasal dari Desa Modro, turut menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Tim Rescue ini. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana sangat penting, termasuk melalui edukasi dan inovasi dalam sistem penyelamatan.

“Kegiatan ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Kita juga perlu melibatkan generasi muda agar semakin banyak yang terlibat dalam relawan dan penyebaran informasi kebencanaan,” jelasnya.

Nugroho juga menyoroti pentingnya penguatan tim relawan di tingkat kelurahan agar lebih efektif dan tepat sasaran. Selain itu, ia berkomitmen untuk membantu proses legalisasi Tim Rescue agar memiliki badan hukum yang jelas dan dapat menerima hibah dari pemerintah untuk mendukung operasionalnya.

Langkah Ke Depan

Setelah pembentukan struktur awal, langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi lebih luas dan memastikan keterlibatan masyarakat dalam program ini. Selain itu, akan dilakukan pelatihan bagi anggota tim agar memiliki keterampilan yang memadai dalam penanganan bencana.

Anto, salah satu relawan senior dari tim Sibat asal Desa Brojol, menegaskan bahwa program kemanusiaan ini sudah lama berjalan dan manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Selama ini kami bergerak dengan loyalitas para relawan serta donasi dari berbagai pihak. Dengan adanya struktur yang lebih jelas, semoga Rescue ini semakin solid dan terkoordinir,” ujarnya.

Dengan terbentuknya Tim Rescue di Kecamatan Miri, diharapkan wilayah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kesiapsiagaan bencana dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam penanganan situasi darurat.

Contbr : Eka Awi

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *