Juara 1 Lomba Tanam Timun Baby Piala Bupati Sleman Tahun 2024 Diraih KWT Teratai Mekar Condongcatur

0
IMG-20240329-WA0037

myindonesianews.id – Sleman – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman mengadakan lomba tanam timun baby II yang dimulai sejak 18 November 2023 sampai dengan 19 Maret 2024 diikuti 153 Kelompok Wanita Tani dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman menyerahkan Hadiah Lomba Tanam Timun Baby Piala Bupati Sleman Tahun 2024 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (28/3/2024).

Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar Condongcatur berhasil meraih juara 1 Lomba Tanam Timun Baby, Juara 2 KWT Sekar Dadi Jagalan Margodadi Seyegan, Juara 3 KWT Makmur Sejahtera Depok Ambar Ketawang Gamping, Juara 4 KWT Ngudi Mulyo Bandan Sendangsari Minggir, Juara 5 KWT Berkarya Jetis Sumberarum Moyudan dan Juara 6 KWT Sekar Sari Rajek Wetan Tirtoadi Mlati sedangkan Juara kategori tertentu yaitu KWT Sekar Arum, Malangan Sumberagung Moyudan untuk kategori Pengendaluan OPT.

Adapun masing masing Juara mendapatkan Trofi, Sertifikat dan Uang Pembinaan, untuk Juara 1 berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp. 7 juta, Juara 2 sebesar Rp. 6 juta, Juara 3 sebesar Rp. 5 juta, Juara 4 sebesar Rp. 4 Juta, Juara 5 sebesar Rp. 3 juta dan Juara 6 memperoleh uang pembinaan sebesar Rp. 1,5 juta rupiah.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan selamat dan apresiasinya kepada pemenang yang telah berpartisipasi dalam lomba tanam timun baby, Penyelenggaraan lomba tanam timun baby ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan untuk KWT dalam meningkatkan produksi sayuran Kabupaten Sleman di kala off season.

“Dari hasil lomba ini terlihat bahwa hasil tanam timun baby yang dilakukan oleh KWT di Sleman telah sesuai kebutuhan pasar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” ungkapnya.

Bupati Sleman juga berharap prestasi yang telah diraih para pemenang lomba ini dapat menjadi motivasi bagi KWT lain yang berada di Sleman untuk lebih optimal dalam membudidayakan timun baby di Kabupaten Sleman

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono dalam laporannya menyampaikan, penyelenggaraan lomba tanam timun baby tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, selain timun baby, gambas dan jipang juga menajadi komoditas yang ditanam dan dinilai.

“Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari unsur petugas lingkup Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman serta praktisi ahli budidaya hortikultura. Adapun kriteria penilaian lomba yaitu performa tanaman, produktivitas, komitmen dan estetika serta administrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suparmono menuturkan luas lahan yang dilombakan yaitu 47.729 meter persegi. Sampai akhir masa panen, produksi sayuran di lahan lomba telah mencapai 113.007,2 kg dengan rincian komoditas timun baby sebanyak 109.232,8 kg, gambas 3774,4 kg dan jipang 12 kg.

“Dari data yang masuk, meski tanam saat off season, rata-rata KWT peserta lomba bisa panen timun baby sebanyak 27 kali dan angka panen terbanyak yaitu 45 kali,” ungkapnya.

ditambahkan Suparmono dalam prosesnya para peserta lomba menghadapi berbagai tantangan seperti iklim esktrim, curah hujan dan intensitas serangan OPT yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, harga pasar yang anjlog juga menjadi satu masalah yang harus dihadapi para peserta.

“Lomba ini nyata-nyata memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan petani, terbukti hasil rekapitulasi penjualan sayuran KWT peserta lomba mencapai Rp. 396.447.636,-,” tambahnya.

Ketua KWT Teratai Mekar Padukuhan Dabag Condongcatur, Ida Halimah saat menerima hadiah sebagai Juara 1 sanggat bangga atas prestasi yang diperoleh KWTnya

“ Alhamdulillah, Terimakasih kepada pemerintah kalurahan condongcatur, penyuluh pertanian yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan selama ini, juga berkat kekompakkan anggota KWT yang luar biasa serta berkat doa , support dan dukungannya masyarakat, akhirnya mendapat hasil yang terbaik, Maju dan sukses untuk Kelompok Tani Condongcatur dan kabupatemn Sleman” ucapnya

Ditempat terpisah lurah Condongcatur Reno Candra sangaji S.IP, M.IP bangga dan mengucapkan terimakasih atas capaian salah satu KWT yang di Condongcatur

“Pememrintah kalurahan Condongcatur melalui bagian ulu – ulu terus melakukan pembinaan dan mensupport segala bentuk kegiatan KWT, di Condongcatur di 18 padukuhan saat ini sudah lengkap mempunyai KWT dengan berbagai kegiatanya yang merupakan salah satu kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri atas wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian maupun mengolah hasil-hasil pertanian untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam bidang pertanian sebagai pemenuhan kebutuhan / salah satu bentuk ketahanan pangan” pungkasnya. (Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *