IMG-20251220-WA0024

Myindonesianews.id – Kebumen – Dalam rangka Bulan Tanam Pohon Nasional Polres Kebumen beserta jajaran
Polsek serempak selenggarakan program penghijauan alam/reboisasi pada lahan kritis. Polsek Sempor melaksanakan penanaman pohon di Kampung Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sabtu (20/12/2025)

Program Penanaman pohon tersebut bekerjasama dengan Forkompimcam wilayah Kecamatan Sempor, yang mana diwilayah Kampung Sampang tersebut merupakan lokasi yang jenis tanahnya adalah tergolong rawan longsor.

Kapolsek Sempor, AKP Wiyono, saat di wawancarai awak media Myindonesianews.id menjelaskan, bahwa penanaman pohon untuk penghijauan tersebut jenis pohon Jati sekitar 60 batang dan pohon Albasiah 50 batang serta bekerjasama dengan Asper/BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan)Gombong utara.

Program Penanaman Pohon pada lahan Kritis dalam program penghijauan alam / reboisasi yang kegiatannya dilaksanakan tanggal 20 Desember 2025 PKL 09.00 tersebut bukan kegiatan seremonial, namun sifatnya sangat penting dilakukan, karena untuk langkah prefentip untuk mencegah rawan longsor khususnya jika pada musim hujan.

Ditempat yang sama Kapolsek Sempor menambahkan, bahwa Daerah rawan longsor adalah wilayah dengan kondisi geografis, geologis, dan hidrologis tertentu yang membuatnya rentan mengalami pergerakan massa tanah atau batuan secara tiba-tiba, seringkali dipicu oleh curah hujan tinggi, kemiringan lereng curam, jenis tanah gembur, kurangnya vegetasi, atau aktivitas manusia (pembangunan/pembebanan berlebih).

” Ciri-cirinya antara lain lereng terjal (>20 derajat), tanah tebal dan gembur, adanya retakan tanah, rembesan air, serta perubahan tata guna lahan.
Faktor Penyebab Utama
Curah hujan tinggi: Air meresap ke tanah, meningkatkan berat dan mengurangi daya lekat tanah, melebihi kapasitas serap tanah.
Kemiringan lereng: Lereng curam (sedang hingga curam) lebih mudah longsor karena gravitasi. Jenis tanah: Tanah pelapukan tebal, gembur, dan jenuh air mudah bergeser.


Vegetasi kurang: Pohon dan akar mengikat tanah, penggundulan hutan menghilangkan penahan alami. Aktivitas manusia: Pembangunan di lereng, pemotongan tebing, atau pembebanan berlebih merusak kestabilan. Getaran: Gempa bumi atau getaran lain bisa memicu longsor”, imbuhnya

Kapolsek juga menjelaskan Ciri-ciri Daerah Rawan Longsor Lereng bukit/gunung dengan kemiringan lebih dari 20 derajat.
Lapisan tanah pelapukan tebal dan gembur di atas batuan. Adanya retakan pada tebing atau tanah.

“Waspadai munculnya mata air atau rembesan air di lereng dan adanya pohon, tiang, atau bangunan yang terlihat miring”, ucapnya

Yang hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Sempor AKP Wiyono S.H
Danramil Sempor, Kapten Inf Budi Riyanto,
Camat Sempor, Bpk Marlan S.H M. Si, Asper Perhutani Bpk Midin, Kepala Desa Sampang Bpk Sarikun S.Sos,
Relawan Destana Desa Sampang berserta masyarakat setempat.

“Semoga dengan terselenggaranya program penanaman pohon untuk penghijauan ini nantinya bisa subur dan bisa untuk menahan air jika musim penghujan”, pungkasnya
(Sugiri)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *