Bupati Sleman Ajak Masyarakat Semangat Hidupkan Kembali Lumbung Pangan Mataram Pada Panen Perdana Bawang Merah di Condongcatur

0
IMG-20260123-WA0010

Myindonesianews.id – Sleman – Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman pada kegiatan Panen Perdana Bawang Merah dilahan “Sugih Waras Farm” Tiyasan Condongcatur Depok Sleman bersama OPD dan Panewu Depok beserta jajaranya serta Lurah Condongcatur, Kamis sore 22 Januari 2026.

Hadir pada kegiatan ini Bupati Seman, Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Dinas Pertanian, Kepala Dinas PMK Sleman, Panewu Depok beserta Forkompimcam, Lurah Condongcatur beserta pamong, Ketua BPKal Condongcatur, Ketua KDMP Condongcatur, Lembaga Kalurahan, KWT dan perwakilan masyarakat lainya.

Sugih Waras farm ini merupakan bagian dari inisiatif “Menghidupkan Kembali Lumbung Pangan Mataram”, yaitu pemanfaatan tanah anggaduh yang dikelola secara mandiri, sebagai perwujudan tanggung jawab jabatan, pengabdian kepada masyarakat, serta ikhtiar menjaga keberlanjutan pangan dan lingkungan. Lahan Sugih Waras farm seluas kurang lebih 1,1 hektar merupakan Tanah Anggaduh (Tanah Lungguh Carik) yang dikelola secara mandiri.

Dalam Laporanya, Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, S.TP, M.Sc menyampaikan dahulu, lahan ini menghadapi kendala yang cukup berat karena kondisinya yang tidak produktif, Lokasinya yang berada di pinggir sungai sering kali disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah sembarangan. Hal ini mengakibatkan pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas kesuburan tanah secara drastis.

“Namun, kami tidak menyerah, melalui proses panjang, kami melakukan pembersihan total dan proses penyuburan tanah kembali. Kami memaksimalkan penggunaan pupuk organik dan perbaikan struktur tanah agar lahan ini layak kembali untuk ditanami. Perjuangan mengembalikan kesuburan tanah ini adalah investasi kami untuk lingkungan yang lebih sehat. Adapun Manfaat yang kami rasakan sangat nyata. Selain mengoptimalkan aset kalurahan, lahan ini menjadi penyokong ekonomi bagi tenaga kerja lokal di Tiyasan serta membantu menjamin ketersediaan stok pangan segar bagi warga sekitar, sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan efisien”, paparnya

Lebih Lanjut Carik Condongcatur menambahkan bahwa bawang merah yang dipanen hari ini memiliki kondisi yang sangat memuaskan. Ukuran umbi rata-rata masuk kategori super dan minim serangan hama tanaman. Panen ini membuktikan bahwa lahan di wilayah Condongcatur, meskipun berada di daerah yang kian urban, tetap memiliki potensi pertanian yang luar biasa jika dikelola dengan serius.

“ Kami berharap Bapak Bupati Sleman beserta jajaran OPD dapat terus memberikan pembinaan, bantuan teknologi pertanian modern, serta akses pasar yang lebih luas bagi petani kami. Kami ingin Lahan Tiyasan ini menjadi percontohan Urban Farming yang berkelanjutan di Kabupaten Sleman, yang mampu menyelaraskan modernitas wilayah dengan kemandirian pangan”, Tutupnya

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP dalam sambutanya mengapresiasi adanya Sugih Waras Farm ini dan mendukung adanya pemanfaatan tanah pelungguh untuk lahan pertanian dalam rangka penguatan ketahanan pangan serta pemaknaan kembali nilai-nilai agraris berbasis kearifan lokal.

“Panen bawang merah ini memiliki makna simbolik sebagai wujud keberhasilan menghidupkan kembali lahan tidur menjadi ruang produktif, sekaligus refleksi atas filosofi luhur warisan Sri Sultan Agung Hanyokrokusumo “Nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur”, yang menegaskan nilai kemandirian, ketekunan, dan keseimbangan dalam kehidupan agraris. Melalui upaya pengelolaan dan perbaikan lahan secara bertahap, lahan ini dikembangkan dengan sistem tumpangsari yang memadukan tanaman tahunan dan tanaman semusim, antara lain pohon klengkeng, alpukat, tomat, kacang prol (lokal), jagung, semangka, serta komoditas lainnya. Tanaman Bawang merah dipilih pengelola sebagai sampel panen, sebagai penanda keberhasilan transformasi lahan marginal menjadi lahan pertanian yang produktif, terpadu, dan berkelanjutan”, ungkapnya

Sementara itu Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si dalam sambutanya merasa senang dapat membersamai masyarakat Tiyasan Condongcatur untuk panen perdana bawang merah di Sugih Waras farm yang menempati lahan pelungguh Carik Condongcatur ini. Pemkab Sleman memiliki komitmen untuk terus membersamai petani dalam memajukan komoditas pertanian karena sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah di Sleman. Peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar dan nilai tambah perekonomian daerah.

“Lumbung pangan mataram bukan tentang menyimpan hasil panen tetapi simbol berdaya, kebersamaan, kemandirian dan ketahanan suatu wilayah dalam menghadapi berbagai tantangan maupun dinamika global, melaui panen bawang merah hari ini, saya percaya bahwa Sleman mampu dan berdaya sebagai sentra pangan dan memenuhi kebutuhi sendiri serta berkontribusi bagi ketahanan pangan regional maupun nasional”, Ucapnya

Bupati Sleman juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat begitu kepada generasi muda untuk bersama-sama menghidupkan kemblai semangat Lumbung Pangan Mataram dengan menguatkan produksi lokal dan mengembangkan pertanian berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap teknologi.

“Saya harap Panen ini dapat membawa keberkahan, meningkatkan kesejahteraan petani dan berdaya saing dibidang pangan. Inisiatif seperti ini diharapkan mampu memaknai kembali nilai-nilai agraris di tengah masyarakat dan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam pemanfaatan lahan secara produktif dan mandiri guna mendukung ketersediaan pangan di tingkat kalurahan, ” pungkasnya

Selanjutnya Bupati Sleman bersama OPD serta tamu undangan lainya melakukan seremonial panen bawang merah di lahan Sugih waras farm dilanjutkan peninjauan di area lahan yang ditanami banyak tanaman lainya dengan system tumpangsari yang memadukan tanaman tahunan dan tanaman semusim. (Sumardiyono)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *