Aksi Solidaritas Kemanusiaan Pesepeda Jogja Untuk Palestina
myindonesianews.id – Yogyakarta – Pesepeda Jogja membuat aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina dengan mengusung tema “Charity for Humanity, Ride For Palestine”, Minggu (12/11/2023).
Menurut Odie Surya, salah satu pelaksana lapangan mengatakan, aksi ini diikuti ratusan goweser atau pesepeda dari tiap penjuru DIY.

” Kebetulan hari ini ada beberapa event sepeda yang berbarengan sehingga banyak komunitas pesepeda yang ijin tidak bisa mengikuti tetapi mereka tetap memberikan dukungan atas aksi kemanusiaan bagi saudara saudara kita di Palestina”, ucapnya.
Peserta aksi solidaritas kemanusiaan pesepeda Jogja untuk Palestina banyak yang mengenakan atribut baik berupa bendera Indonesia, bendera Palestina juga mengenakan kaos dan syal, melakukan Titik Kumpul jam 06.00 WIB di Bunderan UGM, kemudian mengambil rute ke arah Mirota Kampus – Terban – Gondolayu – Tugu Jogja – Malioboro – Finish 0 KM Jogja.

“Di tugu Jogja singgah sejenak untuk mengatur barisan selanjutnya melewati Malioboro dan berakhir di titik 0 KM depan Kantor Pos Jogja”, ucapnya.
Peserta aksi bergantian melakukan pembacaan sikap, seperti disampaikan salah satu peserta Aksi, Supriyono Atmojo dari Goweser Condongcatur mengatakan “seperti yang termuat di dalam pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri Kemanusiaan dan pri keadilan, khususnya di Palestine karena sudah mengarah pada kejahatan perang”, katanya.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang turut mengikuti aksi yang juga sebagai Pesepeda Jogja dari Algojo (Antar Lintas Gowes Jogja) juga membacakan pernyataan sikap menjunjung tinggi eksistensi pesepeda Jogja yang peduli no dengan kemanusiaan dan menggalang donasi untuk perjuangan rakyat Palestina, bahwa Pesepeda Jogja mendukung penuh hak kemerdekaan untuk Palestina.
Penggagas Aksi, Agung Botol dari Federal Nusantara dalam orasinya menyampaikan, Perang antara Israel dan Palestina bukanlah perang agama, Itu adalah problem kemanusiaan yang harus direspon bersama, tetapi agama memang menjadi satu faktor penting karena menyangkut pemahaman antar generasi soal migrasi dan perjanjian tanah.

” Dalam konteks pesepeda, ini adalah soal keberpihakan dan kemanusiaan, tentang apa yang bisa kita lakukan, entah itu dalam skala besar atau skala kecil, sebisa mungkin kita harus bersikap dan bergerak, banyak yang melakukan boikot, yang mungkin sedikit banyak memberikan tekanan ekonomi kepada zionis, ada juga yang dengan memberikan donasi atau bahkan hanya bisa memanjatkan doa, tidak apa-apa, asal landasannya kemanusiaan semua itu baik”, ucapnya.
Ditambahkan oleh Agung Botol, “Aksi Solidaritas Kemanusiaan Pesepeda Jogja Untuk Palestina mau sekecil apapun gerakan itu yang penting sudah berusaha, sisanya kita pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah yang Maha Tahu dan yang maha menilai”, pungkasnya.

Persiapan acara solidaritas ini kurang lebih hanya 1 minggu mengingat keprihatinan dan empati yang ingin segera bisa memberikan perhatian kita kepada saudara saudara yang ada di Palestina, yang membutuhkan dukungan moril dan materiil.
Aksi ditutup dengan memanjatkan doa bersama agar saudara saudara kita di Palestina diberikan ketabahan dan kekuatan dalam perjuangannya.

Sahabat Pos Pit Pakem, Bangun Iswahyudi bersama Wasana, Heri SB dan Goweser Jogja lainya merasa terpanggil mengikuti Ride For Palestina ini dan dalam aksi ini dilakukan Donasi Total mendapatkan Rp. 4.393.500 dan kemungkinan masih akan diperpanjang waktu donasinya sebelum disalurkan melalui LazisMu Gedongkuning pada hari Selasa 14 Nov 2023 besok. (R Hendro Marwoto)
