Menu MBG Dapur SPPG Desa Tenjolaya Diduga Tidak Layak Konsumsi, Warga Khawatir Dampak Buruk
Myindonesianews, Bandung – Menu dari salah satu Dapur Sarana Prasarana Penunjang Gizi (SPPG) yang menyediakan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menjadi sorotan karena diduga tidak layak untuk dikonsumsi. Kejadian yang mengundang perhatian berbagai pihak terjadi pada hari Senin (13/4/2026), dimana menu yang disajikan berbau tidak sedap dan kondisi tersebut tetap sama meskipun makanan dihangatkan pada hari berikutnya. Kasus ini diungkapkan pada Senin (15/4/2026).
“Kejadiannya kemarin pada hari Senin, daging ayam yang disajikan mengeluarkan aroma tidak sedap,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, makanan yang disediakan dalam program MBG seharusnya layak konsumsi dan tidak boleh asal-asalan. “MBG itu pakai uang Negara bukan gratis,” tegasnya.
Warga tersebut juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak yang mungkin terjadi jika makanan tidak layak konsumsi tetap dipaksakan. “Kami berharap selaku penerima manfaat ada perbaikan menu. Sekiranya tidak layak konsumsi jangan dipaksakan, kalau keracunan hingga meninggal bagaimana?” tambahnya.
Dari informasi yang diperoleh dari warga sekitar terdekat, pemilik dapur sebelumnya sudah diingatkan mengenai aroma tidak sedap pada daging ayam, namun malah mendapatkan tanggapan yang tidak menyenangkan dari pihak dapur. Ada dugaan bahwa pemilik dapur tidak ingin mengalami kerugian sehingga tetap menyajikan makanan tersebut tanpa mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi.
Sebagai informasi, tujuan utama program MBG adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dengan mengatasi stunting, mengurangi malnutrisi, dan memenuhi kebutuhan gizi balita, anak sekolah, serta ibu hamil/menyusui. Program ini bertujuan menciptakan generasi sehat dan cerdas untuk Indonesia Emas 2045.
Rincian tujuan program MBG antara lain:
– Mencegah dan Menurunkan Stunting: Menekan angka malnutrisi pada kelompok rentan, khususnya balita dan anak-anak.
– Meningkatkan Kualitas SDM: Memenuhi kebutuhan gizi fisik dan kognitif untuk meningkatkan konsentrasi belajar serta daya saing anak.
– Menjangkau Sasaran Rentan: Menargetkan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik dari tingkat PAUD hingga pesantren.
– Dampak Ekonomi: Membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam pemenuhan makanan bergizi.
Diketahui juga bahwa pihak pemilik dapur telah dipanggil oleh pihak terkait untuk diberikan pengingatan agar lebih hati-hati dalam menyajikan menu makanan. “Kalau tidak ada perubahan apa boleh buat,” ujar salah satu sumber yang berkepentingan.
Program MBG ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional untuk membangun generasi yang lebih sehat dan berdaya.
