Warga Keluhkan Jembatan Kedungdowo-Pranggong yang Terabaikan Selama 35 Tahun

0
Sampul Berita _20241213_152839_0000

myindonesianews.id – BOYOLALI – Jembatan penghubung antara Desa Kedungdowo dan Desa Pranggong, tepatnya di perbatasan Dusun Kadirno dan Miri Bosok, menjadi perhatian serius warga. Dibangun sekitar 35 tahun lalu, jembatan ini hingga kini belum pernah mengalami renovasi atau perbaikan, meskipun kondisinya semakin memprihatinkan. Jum’at(13/12)

Foto dokumentasi myindonesianews.id

Kerusakan parah mulai terlihat dua tahun lalu ketika salah satu sisi jembatan ambrol dan hampir putus sepenuhnya. Situasi ini diperparah oleh longsor yang terjadi pada waktu bersamaan, mengakibatkan empat rumah warga Dusun Kadirno ikut ambrol. Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membantu evakuasi rumah terdampak, nasib jembatan tersebut belum mendapat perhatian yang sama.

Wahyudi, mantan Ketua RT Dusun Kadirno, mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengajukan perbaikan jembatan ini ke Pemerintah Desa Kedungdowo. Usulan tersebut bahkan sudah dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) setahun lalu, yang juga dihadiri perwakilan kecamatan.

“Perwakilan kecamatan waktu itu bilang usulan ini akan jadi prioritas, tapi sampai sekarang belum ada kabar apalagi tindakan nyata,” kata Wahyudi kepada wartawan.

Bagi warga Kedungdowo dan Pranggong, jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi. Kerusakan jembatan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi warga yang terpaksa tetap menggunakannya.

“Harapan kami sederhana, pemerintah segera turun tangan memperbaiki atau membangun ulang jembatan ini.l” tegas Wahyudi.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mencari solusi. Keberadaan jembatan yang layak dan aman bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hak warga demi mendukung kehidupan yang lebih baik.

RED

Source: Liputan Lapangan

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *