Paguyuban Majelis Luhur Gelar Mahargya Suro: Tradisi dan Budaya Terjaga di Boyolali
myindonesianews.id – Boyolali – Paguyuban Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan YME sukses menggelar acara Mahargya Suro 1958 J di Balai Dusun Kaliwuni, Desa Kalinanas, Kecamatan Wonosamodro pada Selasa, 17 Juli 2024.Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat beserta jajarannya, pemerintah desa setempat, Polsek Wonosamodro, Koramil, dan masyarakat sekitar.


Sarno, sebagai presedium MNKI Kabupaten Boyolali, dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana melestarikan budaya lokal.
“Acara ini merupakan salah satu cara untuk mengabadikan dan melestarikan budaya dan tradisi kita, khususnya di Jawa Tengah,” ujarnya.



Acara ini melibatkan berbagai ritual dan doa untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan selama satu tahun ke depan.
Selain itu, acara Mahargya Suro ini juga menjadi ajang untuk memperkuat budi pekerti dan menjaga masyarakat dari pengaruh budaya luar.



Ketua Tim Pakem berharap acara ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antara berbagai sektor, termasuk kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Dengan adanya acara ini, kita berharap dapat menyelesaikan permasalahan terkait kegiatan keagamaan dan kepercayaan serta menciptakan kehidupan yang damai, tentram, dan aman,” tutupnya.
Acara Mahargya Suro 1958 J ini diakhiri dengan pementasan seni budaya ketoprak yang memukau para penonton dan menambah semarak perayaan tahun baru Jawa di Boyolali.
Pewarta : Hadi Susilo
Source : Liputan Lapangan
